Kamis, 20 Februari 2020

Kewirausahaan Untuk Pemula

Menjadi seorang wirausaha tentunya sangat sulit, ada banyak sekali yang harus diperhitungkan dan banyak sekali tantangan yang menunggu begitu pula resiko dan kerugian yang harus di ambil.

Dibawah ini merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan khususnya bagi seorang  wirausahawan yang masih pemula.

Menganalisa Kebutuhan Produk



Analisis kebutuhan didefinisikan sebagai proses formal yang berfokus pada bagaimana sebuah produk memenuhi kebutuhan manusia. Meskipun ini bukan alat pengembangan bisnis yang resmi, namun dianggap sebagai teknik analisis yang bernilai untuk mengukur dengan lebih baik daya jual suatu produk atau layanan kepada konsumen.

Hal ini sering digunakan di banyak industri, seperti pengembangan software, mobil, produk konsumen, hingga layanan perbankan. Awalnya, analisis kebutuhan diterapkan untuk pengembangan software, bersamaan dengan penelitian tentang elemen yang terwakili dalam sebuah sistem. Di mana analisis kebutuhan fokus pada sistem operasi software serta periferalnya – seperti keyboard dan mouse – yang langsung digunakan oleh end user, dan karena itu, mempengaruhi persepsi akhir end user terhadap produk.


Perancangan Produk


Desain produk merupakan hal yang sangat penting dalam bidang manufaktur. Desain produk yang baik akan dapat meningkatkan jumlah dan harga jual dari produk, sehingga dapat meningkatkan keuntungan secara optimal. Akan tetapi, desain produk yang gagal mengakibatkan produk tidak terjual di pasaran. Hal ini, akan menimbulkan kerugian tidak hanya dibidang desain saja, bidang yang lain pun akan terkena imbasnya.
Desain produk yang baik, harus memenuhi 3 (tiga) aspek penting yang sering disebut segitiga aspek produk, yaitu kualitas yang baik, biaya rendah, dan jadwal yang tepat. Selanjutnya segitiga aspek produk di atas dikembangkan menjadi suatu persyaratan dalam desain, yaitu desain harus dapat dirakit, didaur ulang, diproduksi, diperiksa hasilnya, bebas korosi, biaya rendah, serta waktu yang tepat. Untuk itu dalam mendesain suatu produk, harus memperhatikan secara detail tentang fungsi-fungsi dari produk yang didesain. Guna mengetahui secara rinci tentang fungsi produk, dapat dilakukan dengan beberapa metode pendekatan mikro (MC, MR, Equilibrium), Linier Programming/Dualitas, dan Manajemen Keuangan (BEP).


Pengembangan Produk




Produk dan jasa yang ada di pasar tidak selamanya dapat bertahan sesuai dengan harapan pemilik atau produsen. Dengan adanya perubahan yang cepat terhadap selera, teknologi, dan persaingan, perusahaan harus mengembangkan arus produk dan jasa baru secara tepat. Perusahaan dapat memperoleh produk baru melalui dua cara, yaitu lewat akuisisi (membeli seluruh perusahaan paten, atau lisensi untuk membuat produk perusahaan), dan lewat pengembangan produk baru dalam departemen penelitian dan pengembangan perusahaan sendiri. Jika perusahaan memilih untuk melakukan pengembangan produk, maka tahap-tahap berikut ini dapat diikuti:
1) Penggalian gagasan Pengembangan produk dimulai dari penggalian gagasan secara sistematik, dalam hal ini pencarian gagasan produk baru harus sistematik dan tidak serampangan. Sumber utama dari gagasan produk baru antara lain; sumber internal, pelanggan, pesaing, distributor serta pemasok, dan lain-lain.
2) Penyaringan gagasan Apabila terdapat sejumlah gagasan produk baru yang akan dikembangkan, maka masing-masing gagasan harus diseleksi untuk menentukan yang terbaik. Tujuan dari penyaringan adalah mengenali gagasan yang baik dan mengesampingkan yang jelek sedini mungkin.
3) Pengembangan dan pengujian konsep Gagasan yang menarikbharus dikembangkan menjadi konsep produk. Gagasan produk adalah gagasan mengenai kemungkinan produk yang dibayangkan akan dijual perusahaan ke pasar. Sedangkan konsep produk adalah versi terperinci dari gagasan yang dinyatakan dengan cara yang bermakna bagi konsumen.
4) Pengembangan strategi pemasaran Pengembangan strategi pemasaran, yaitu merancang strategi pemasaran awal untuk memperkenalkan sebuah produk ke pasar.
5)Analisis bisnis Kegiatan dalam analisis bisnis adalah peninjauan ulang penjualan, biaya, dan proyeksi laba dari produk baru untuk mengetahui apakah faktor-faktor ini akan memenuhi sasaran perusahaan, perusahaan harus melihat sejarah penjualan dari produk-produk serupa dan harus melakukan survey pendapat pasar.
6) Pengembangan produk Pada tahap ini produk sudah diwujudkan dalam bentuk fisik. Tujuannya untuk meyakinkan bahwa gagasan produk dapat diubah menjadi produk yang dapat diwujudkan.
7) Uji pemasaran Uji pemasaran merupakan tahap produk dan program pemasaran diperkenalkan kepada keadaan pasar yang lebih realistik. Uji pemasaran memberikan pengalaman bagi pemasar dengan memasarkan produk sebelum terjun dalam introduksi sepenuhnya.
8) Komersialisasi Komersialisasi yaitu memperkenalkan produk baru ke pasar. Dalam hal ini perusahaan sudah harus mempersiapkan biaya-biaya yangvterkait dengan aktivitas komersialisasi.

Uji Produk


Pengujian Produk adalah kegiatan yang merupakan salah satu tahap dalam pengembangan produk baru. Sebelum diproduksi dan dipasarkan, produk baru terlebih dahulu diuji untuk memdapatkan umpan balik dari kelompok konsumen yang menjadi sasaran. Dengan pengujian konsep produk ini, perusahaan akan memperoleh produk atau merek yang mempunyai masa depan yang baik.
Produk atau konsep produk dapat disajikan baik secara simbolik ataupun fisik. Konsumen dapat diberi deskripsi tentang produk, misalnya: produk ini berupa sabun mandi yang dibubuhi bahan-bahan untuk menghaluskan kulit, sekaligus mengurangi bau badan. Sabun ini diberi 3 macam pewangi, yaitu: malati, mawar, dan jeruk; dibungkus dalam kotak dari karton tipis, dan dijual dengan harga Rp 1.000 per buah.
Konsumen dimintakan pendapatnya tentang konsep atau produk tersebut dengan segala atributnya. Setiap pengujian produk atau konsep produk harus mencakup pertanyaan berikut :
  • Apakah konsep nya jelas dan mudah dimengerti?
  • Apakah anda melihat manfaat kas yang tidak terdapat pada produk lain dari pesaing ?
  • Apakah Anda menyukai produk ini dibandingkan dengan produk lain?
  • Apakah anda bersedia membeli produk ini ?
  • Apakah produk ini memenuhi kebutuhan anda?
  • Perbaikan apalagi yang anda usulkan atas produk ini?
Dengan pengujian produk ini, perusahaan dapat lebih memperkaya konsep produk dan memilih yang terbaik. Metode ini dapat diterapkan untuk produk atau jasa apa saja seperti mobil listrik, jasa perbankan yang baru, jenis rekreasi yang baru, atau suatu program kesehatan titik banyak perusahaan merasa puas bila sudah mendapatkan gagasan produk, dan tidak mematangkan gagasan tersebut menjadi konsep untuk diuji. Produk tersebut tentu akan mengalami banyak kesulitan di pasar, yang sebenarnya dapat dihindarkan bila sebelumnya telah dikembangkan konsep produk dan diuji.

Evaluasi Produk




Evaluasi adalah penerapan prosedur ilmiah yang sistematis untuk menilai rancangan dan menyajikan informasi dalam rangka pengambilan keputusan terhadap implementasi dan efektifitas suatu produk.

Model evaluasi CIPP adalah model evaluasi yang terdiri dari empat komponen evaluasi yaitu Context, Input, Process, dan Product (CIPP).  Berikut ini langkah-langkah evaluasi produk:

Evaluasi context menentukan kebutuhan dan masalah-masalah untuk menetapkan tujuan. Evaluasi konteks merupakan need assesment kebutuhan pengembangan produk di perusahaan. Sasaran evaluasi mencakup permasalahan yang dihadapi para pembuat produk/produsen, seperti: sulitnya mencari pelanggan tetap dan mencari lokasi yang strategis.
Evaluasi input berfokus pada pengumpulan informasi input yang penting seperti pelaksanaan rencana kegiatan, sumber daya (SDM, bahan baku, keuangan), penyediaan sarana, penyediaan biaya efektif untuk penyiapan kebutuhan dan pencapaian tujuan.
Evaluasi process (dapat disebut monitoring) berkenaan dengan kajian seberapa jauh pelaksanaan operasional produk yang telah berjalan secara efektif, menilai pelaksanaan rencana, kemudian membantu pengguna menilai kinerja produk, dan membuat penafsiran hasilnya.
Evaluasi product yakni evaluasi keluaran (output) yakni mengidentifikasi dan menilai hasil baik jangka pendek dan jangka panjang. Evaluasi keluaran terarah pada hasil langsung (direct) program. Kinerja SDM dan efektivitas produk yang teramati pada akhir implementasi program akan dinilai pada tahap ini.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat dikemukakan bahwa dalam proses evaluasi dapat dilakukan dari dua sisi yaitu evaluasi proses dan evaluasi produk.  Kedua hasil evaluasi ini akan membantu pengembang dan pengguna produk untuk melihat hasil yang dicapai dari produk tersebut, kendala dan hambatan yang ditemukan dalam penerapan produk, kelemahan dan keunggulan untuk pengembangan lebih lanjut.


Promosi Produk



Bagi Anda pemilik usaha kecil menengah, dalam pemasaran suatu produk, perlu Anda perhatikan cara promosi produk yang efektif dan tepat sasaran. Dengan menggunakan cara dan strategi yang cocok dan tepat, maka akan lebih mudah untuk meraih keberhasilan dalam berbisnis. Selain itu, perlu untuk menentukan pencapaian target penjualan. Untuk mencapai itu semua, Anda perlu menggunakan strategi cara promosi produk secara efektif berikut ini, antara lain: 

1. Manfaatkan Media Sosial Di era globalisasi dengan teknologi yang serba canggih ini, media sosial adalah kewajiban yang harus dimiliki para pelalu bisnis termasuk Anda, mulai dari facebook, instgram dsb nya. Terapkan cara promosi dengan mengenalkan produk yang akan dipasarkan dengan menggunakan media sosial. Dengan menggunakan media sosial, akan terasa lebih personal dalam pendekatan dengan pelanggan atau calon pelanggan Anda. 

2. Ikut Serta dalam Mengadakan Event Menyelenggarakan event dan menjadi sponsor pada satu event, merupakan salah satu peluang bagi sebuah usaha kecil mengengah untuk mendapatkan pelanggan potensial. Dengan menjadi sponsor sebuah event, kesempatan produk usaha untuk dikenal masyarakat sangat besar. Tinggal bagaimana Anda merencanakan dengan matang dan menerapkan cara promosi produk yang baik dan benar. 

3. Bagi-Bagi Produk Memberikan produk secara langsung kepada pasar atau calon pelanggan potensial, bisa menjadi metode promosi untuk produk Anda. Anda bisa memberikan cuma-cuma dengan bentuk yang simpel atau sistem pembelian produk lain yang sama, dan batasan jumlah produk yang Anda bagikan agar tidak mengalami kerugian. Jangan berfikir metode semacam ini akan merugikan bisnis Anda, anggap saja metode ini sebagai investasi bagi bisnis Anda kedepannya.

 4. Kumpulkan Data Pelanggan Anda bisa menerapkan pengumpulan data pelanggan ketika mereka membeli suatu produk selama penjualan berlangsung. Dengan mendapatkan data ini, bisa Anda gunakan untuk menerapkan strategi promosi atau rencana kegiatan yang selanjutnya.

 5. Berikan Intensif Bagi Pelanggan Berikan intensif bagi setiap pelanggan setia Anda. Wujud dari intensif ini bisa berupa diskon, kupon, uang atau produk yang sedang hangat dipasarkan. Tak lupa pula berikan pelayanan terbaik dalam merekomendasikan produk kepada pelanggan. Hal inilah sebagai salah satu wujud cara promosi produk yang baik.

 6. Lakukan Kegiatan Amal Untuk menerapkan strategi promosi salah satunya adalah dengan menunjukan rasa peduli bagi setiap masyarakat dengan mengadakan kegiatan amal sekaligus bisa menjalankan promosi di dalamnya. Hal ini lebih efektif untuk mendapatkan nama baik bisnis Anda di mata masyarakat. 

7. Menggunakan Barang Promosi Untuk melaksanakan cara promosi yang baik, Anda bisa menggunakan barang promosi yang sudah ada lebel resminya. Hal inilah yang nanti akan diingat orang tentang produk yang sedang dilihat dan dibelinya sehingga mudah menarik hati masyarakat. 

8. Laksanakan Survei Daya Beli Sebelum Menjual Untuk peningkatan mutu produk dan pelayanan, sebaiknya Anda bisa melaksanakan survei kepada setiap pelanggan setelah menjual produk. Anda bisa melaksanakan langsung di tempat, lewat telepon atau email. Dengan melakukan survei inilah, yang akan memberikan kemudahan untuk penyampaian kritik, saran atau pujian tentang jenis produk yang telah digunakan. Itulah strategi cara promosi produk yang menarik dan bisa memberikan kesuksesan bagi setiap produk yang sedang dipromosikan. Untuk menjalankan cara promosi ini, Anda harus perhatikan dan pastikan seperti logo, desain label dan brosur yang digunakan di desain, tersusun dengan baik dan benar. Hal inilah yang nantinya akan mempengaruhi cara promosi dan strategi yang diterapkan berjalan dengan lancar dan bisa memberikan keuntungan yang besar dan menjanjikan bagi usaha  Anda. Hindari untuk mempromosikan suatu produk yang masih belum memiliki lebel resmi walaupun nanti memiliki hasil yang memuaskan. Walaupun memberikan hasil yang positif namun lama-kelamaan akan memberikan dampak negatif karena legalitas suatu produk tergolong ilegal. Hal ini perlu untuk Anda pelajari lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar